TransformasiNews.ID, Siantar — Kota Pematangsiantar tercatat mengalami deflasi sebesar 0,11 persen (month to month/mtm) pada Januari 2026. Meski demikian, secara tahunan inflasi masih terjaga pada level 4,70 persen (year on year/yoy). Data ini dirilis Bank Indonesia berdasarkan hasil pengolahan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Deflasi Januari 2026 di Pematangsiantar terutama dipengaruhi oleh masa panen sejumlah komoditas hortikultura serta base effect Desember 2025 yang relatif tinggi. Kondisi ini mendorong penurunan harga pada beberapa bahan pangan utama, khususnya kelompok cabai dan bawang.

Berdasarkan komoditas penyumbang deflasi terbesar, cabai merah tercatat mengalami penurunan harga sebesar 0,28 persen (mtm), disusul andaliman sebesar 0,09 persen, cabai rawit 0,05 persen, wortel 0,05 persen, serta bawang merah 0,04 persen (mtm). Penurunan harga tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap deflasi bulanan di wilayah tersebut.

Sementara itu, tekanan inflasi masih muncul dari beberapa komoditas. Emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan 0,20 persen (mtm), diikuti tomat dan ikan dencis masing-masing 0,05 persen, sawi putih 0,04 persen, serta ikan asin teri sebesar 0,03 persen (mtm).

Dalam rangka menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar terus memperkuat sinergi lintas sektor. Berbagai langkah strategis dilakukan, antara lain melalui forum group discussion (FGD) rutin, pelatihan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), High Level Meeting (HLM) TPID, serta persiapan early warning system menghadapi potensi tekanan harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

Ke depan, dengan koordinasi yang semakin solid antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan, stabilitas harga di Kota Pematangsiantar diharapkan tetap terjaga dan berada dalam target inflasi tahun 2026, sekaligus mendukung daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

 

 

 

 

 

 

 

 

—

Penulis: Jen | Editor: Par
Foto: Jen

—