TransformasiNews.ID, Medan – Musim durian di Sumatera Utara (Sumut) biasanya mencapai puncaknya pada akhir hingga awal tahun, tepatnya antara November hingga Februari. Pada periode ini, berbagai daerah di Sumut menjadi sentra panen durian lokal yang dikenal memiliki cita rasa khas, mulai dari manis legit, pahit berkelas, hingga tekstur daging yang tebal dan lembut.

Durian Sumut dikenal luas karena kualitasnya yang bersaing dengan durian dari daerah lain di Indonesia. Faktor tanah vulkanik, iklim tropis, serta perawatan pohon secara turun-temurun menjadikan durian Sumut memiliki karakter rasa yang kuat dan autentik.

Berikut beberapa daerah penghasil durian asli Sumatera Utara yang paling terkenal saat musim durian tiba:

1. Kabupaten Tapanuli Selatan

Tapanuli Selatan dikenal sebagai salah satu sentra durian lokal Sumut. Durian dari wilayah ini memiliki aroma tajam dengan rasa manis dan sedikit pahit yang seimbang. Banyak durian berasal dari pohon tua yang tumbuh alami di kebun dan hutan rakyat.

2. Kabupaten Mandailing Natal (Madina)

Durian Mandailing Natal terkenal dengan daging buah yang tebal, warna kuning keemasan, dan biji kecil. Rasanya cenderung manis legit dan creamy. Saat musim panen, durian Madina banyak diburu pecinta durian dari berbagai daerah.

3. Kabupaten Dairi

Dairi juga menjadi daerah penghasil durian unggulan di Sumut. Durian dari wilayah ini memiliki tekstur lembut dengan rasa manis dominan. Sebagian besar durian Dairi masih bersifat organik karena ditanam secara alami tanpa banyak pupuk kimia.

4. Kabupaten Karo

Selain terkenal sebagai daerah penghasil jeruk, Kabupaten Karo juga menghasilkan durian lokal berkualitas. Durian Karo memiliki aroma kuat dengan rasa khas yang sedikit pahit, cocok bagi penikmat durian kelas premium.

5. Kabupaten Langkat

Langkat menjadi salah satu wilayah pemasok durian terbesar di Sumut. Durian Langkat dikenal dengan ukuran buah besar dan daging tebal. Banyak pedagang durian di Medan mengandalkan pasokan dari daerah ini saat musim durian tiba.

6. Kabupaten Simalungun

Durian Simalungun memiliki rasa manis dengan tekstur halus dan aroma tidak terlalu menyengat. Durian dari daerah ini banyak diminati konsumen keluarga karena rasanya yang relatif ringan.

7. Kabupaten Toba dan Humbang Hasundutan

Wilayah sekitar Danau Toba, termasuk Kabupaten Toba dan Humbang Hasundutan, juga menghasilkan durian lokal dengan rasa khas pegunungan. Tekstur dagingnya lembut dengan perpaduan rasa manis dan pahit yang seimbang.

Saat musim durian tiba, harga durian lokal Sumut relatif lebih terjangkau dibandingkan durian impor atau durian premium dari luar daerah. Selain dikonsumsi langsung, durian Sumut juga banyak diolah menjadi berbagai produk seperti lempok, dodol durian, pancake durian, hingga es durian.

Musim durian akhir dan awal tahun ini menjadi momentum penting bagi petani durian di Sumatera Utara sekaligus daya tarik wisata kuliner bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Rida, seorang penyuka duren mengaku setiap kali musim duren, ia kerap menyinggahi lapak lapak penjual duren yang ada di kota Medan dan juga beberapa daerah lainnya yang ada di Sumut untuk menyantapnya.

“Ya setiap musim duren begini, kita selalu nyobain dari satu lapak ke lapak lainnya bang karena menyantap duren adalah seleraku sejak dulu hingga kini,” aku Rida seraya menyantap duren di tepi jalan, Senin malam, 29 Desember 2025.

 

 

 

 

 

—

Penulis: Ot | Editor: Par
Foto: Ot

—