TransformasiNews.ID | Pati – Dugaan kasus pelecehan terhadap puluhan santriwati di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menuai perhatian serius dari berbagai pihak. Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Sirait, mendesak aparat penegak hukum untuk menuntaskan kasus yang disebut melibatkan sekitar 50 santriwati tersebut secara adil, transparan, dan tanpa pandang bulu.
Dalam keterangannya kepada wartawan, Senin, 11 Mei 2026, Leonardo menegaskan bahwa kasus yang menyangkut perlindungan anak tidak boleh diperlakukan setengah hati. Menurutnya, para santriwati sebagai generasi penerus bangsa memiliki hak untuk mendapatkan rasa aman dan perlindungan penuh dari negara.
“Kasus dugaan pelecehan terhadap puluhan santriwati di Pati harus segera dituntaskan tanpa kompromi. Ini demi masa depan anak-anak kita sebagai generasi yang wajib dilindungi hak-haknya oleh negara,” tegas Leonardo Sirait.
Ia juga menekankan pentingnya proses hukum yang objektif dan berpihak pada keadilan bagi para korban. Menurut Leonardo, penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak harus menjadi prioritas agar tidak menimbulkan trauma berkepanjangan serta memberi efek jera kepada pelaku.
“Kami menyerukan penuntasan yang adil dan tanpa kompromi, karena masa depan generasi muda tidak boleh dikorbankan,” ujarnya.
Leonardo berharap seluruh pihak, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, hingga lembaga perlindungan anak, dapat bersinergi untuk memastikan para korban memperoleh pendampingan psikologis, bantuan hukum, serta jaminan keamanan selama proses penyelidikan berlangsung.
Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa lingkungan pendidikan, termasuk lembaga keagamaan, harus menjadi ruang yang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang tanpa rasa takut. Penegakan hukum yang tegas dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan perlindungan maksimal terhadap anak.
—
Penulis: Eko | Editor: Par
Foto: Ist
—








