TransformasiNews.Id | Jakarta — DPP Laskar Gibran menanggapi pernyataan Budi Arie yang beredar terkait dinamika politik nasional. Organisasi tersebut menegaskan bahwa pandangan politik pribadi tidak semestinya disampaikan seolah-olah merepresentasikan sikap Joko Widodo.

Ketua Umum Laskar Gibran, Leonardo Pandapotan Sirait, meminta agar nama Joko Widodo tidak dikaitkan dengan pernyataan politik apabila pernyataan tersebut bukan berasal dari mantan Presiden tersebut.

“Kalau itu pendapat pribadi Budi Arie, jangan bawa-bawa nama Pak Jokowi. Agenda politik pribadi jangan seolah-olah menjadi sikap Pak Jokowi,” ujar Leonardo di Jakarta, 25 Agustus 2026.

Leonardo menegaskan, sikap politik Joko Widodo sebaiknya disampaikan langsung oleh yang bersangkutan kepada publik.

Menurutnya, penggunaan nama seorang tokoh dalam dinamika politik perlu dibedakan dari sikap resmi tokoh tersebut agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

“Pak Jokowi sudah berkali-kali menunjukkan dukungannya terhadap pemerintahan Prabowo–Gibran. Jadi jangan membuat narasi seolah-olah mewakili Pak Jokowi kalau memang itu bukan sikap beliau,” katanya.

Leonardo kemudian menekankan pesan yang menjadi sikap organisasi tersebut.

“Sederhana saja: kalau bukan suara Pak Jokowi, jangan mengatasnamakan Pak Jokowi!” tegasnya.

DPP Laskar Gibran menyatakan tetap berkomitmen mengawal pemerintahan Prabowo–Gibran serta menjaga persatuan nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah dinamika politik nasional yang melibatkan berbagai pandangan dan kepentingan politik.

Laskar Gibran menilai perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika politik, namun penyampaian sikap politik tetap perlu dibedakan dari pernyataan yang benar-benar berasal dari tokoh yang namanya disebut.

DPP Laskar Gibran melalui Leonardo Pandapotan Sirait menegaskan agar nama Joko Widodo tidak digunakan untuk menguatkan pandangan atau agenda politik pribadi apabila tidak disampaikan langsung oleh Joko Widodo. Laskar Gibran juga menegaskan komitmennya untuk mengawal pemerintahan Prabowo–Gibran dan menjaga persatuan nasional.