TransformasiNews.ID, Tarutung – Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST., menerbitkan Surat Pastoral Nomor 01/L08/I/2026 tentang Himbauan Tidak Merokok bagi Seluruh Pelayan HKBP dan Keluarga, yang ditetapkan di Pearaja, Tarutung, pada 2 Januari 2026.

Surat pastoral ini ditujukan kepada seluruh pelayan HKBP beserta keluarga sebagai bagian dari tanggung jawab pastoral gereja dalam menjaga kemurnian kesaksian pelayanan, kesehatan, serta integritas hidup pelayan gereja.

Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa himbauan tidak merokok bukanlah bentuk tekanan, paksaan, atau penghakiman, melainkan lahir dari semangat kasih, kepedulian, dan tanggung jawab gereja untuk memelihara kehidupan yang sehat dan bermartabat di hadapan Tuhan dan jemaat.

 

Dasar Iman dan Aturan Gereja

Himbauan ini berlandaskan pada Konfessi HKBP Tahun 1951 Pasal 15, yang menegaskan bahwa iman harus dinyatakan dalam perbuatan baik. Hal ini juga diperkuat oleh Konfessi HKBP Tahun 1996 Pasal 14, yang mengingatkan umat untuk melawan pola hidup yang dikuasai oleh makanan, minuman, dan rokok, serta Pasal 5 yang menekankan tanggung jawab gereja dalam membangun kehidupan yang sehat dan sejahtera.

Selain itu, Peraturan Kepegawaian HKBP Pasal 27 Butir 3 menegaskan kewajiban setiap pelayan gereja untuk menjaga citra diri dan menjadi teladan bagi jemaat.

 

Kesehatan dan Keberlanjutan Pelayanan

HKBP menilai bahwa pelayanan gereja menuntut kondisi fisik yang sehat dan daya tahan yang baik. Menjauhi rokok dipandang sebagai bentuk tanggung jawab iman agar para pelayan dapat melayani lebih lama, lebih optimal, serta menikmati kehidupan keluarga yang utuh dan penuh sukacita.

 

Kesaksian dalam Penggunaan Berkat Tuhan

Surat pastoral ini juga menyoroti penggunaan balanja atau biaya hidup pelayan penuh waktu yang bersumber dari persembahan umat. Berkat Tuhan tersebut, menurut HKBP, seharusnya digunakan untuk hal-hal yang menopang dan membangun kehidupan, bukan untuk sesuatu yang merusak kesehatan.

 

Keteladanan Keluarga dan Arah Pelayanan 2026

Himbauan ini selaras dengan Orientasi Pelayanan HKBP Tahun 2026, yaitu “Transformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga”. Gereja menegaskan bahwa keteladanan hidup sehat dari orang tua dan pelayan gereja memiliki dampak yang jauh lebih kuat dibandingkan nasihat lisan, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda.

Di akhir surat, Ephorus HKBP kembali menegaskan bahwa himbauan ini merupakan ajakan kasih agar setiap pelayan, dalam kebebasan dan tanggung jawab iman, mengambil keputusan yang membangun kehidupan, kesehatan, dan kesaksian pelayanan. HKBP juga mengajak seluruh pelayan untuk memohon tuntunan Roh Kudus dalam memilih jalan yang benar demi kemuliaan nama Tuhan.

Surat pastoral tersebut ditutup dengan doa dan berkat agar seluruh pelayan HKBP diberi kesehatan, hikmat, dan kesetiaan dalam menjalankan pelayanan gereja.

 

 

 

 

 

 

—

Penulis: Ben | Editor: Par
Foto: Ben/Ilustrasi

—