TransformasiNews.ID, Banyumas — Upaya mendorong digitalisasi pengelolaan keuangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terus diperkuat melalui pendekatan akademik berbasis praktik. Mahasiswa Program Doktor Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman (PDIA FEB UNSOED) Angkatan 2025 melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertema “Penentuan HPP dan BEP pada Peternak Bebek Petelur dan Pelaku UMKM Kerupuk Telur Asin di Desa Karanggintung”.
Kegiatan ini digelar pada 1 Februari 2026 di Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, dalam bentuk pelatihan penggunaan aplikasi E-KU (Evaluasi Kelayakan Usaha).
Fokus pada Akurasi Biaya dan Kelayakan Usaha
Ketua Kelompok PKM, Panata B.H. Sianipar, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman praktis mengenai perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Break Even Point (BEP) kepada pelaku usaha.
“Tujuan pelaksanaan PKM ini adalah memberi edukasi terkait kelayakan usaha melalui deteksi dan pencatatan biaya-biaya produksi, sehingga pelaku usaha dapat mengetahui secara pasti kondisi usahanya,” ujarnya.
Menurutnya, banyak pelaku UMKM masih menjalankan usaha tanpa pencatatan biaya yang terstruktur, sehingga sulit menilai keuntungan riil maupun risiko usaha.
Dukungan Pemerintah Desa
Kepala Desa Karanggintung, Harsiyadi, S.IP, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai topik pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan warganya, khususnya peternak bebek petelur dan pelaku UMKM olahan telur asin.
“Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan dari PDIA UNSOED dan berharap ada PKM lainnya dengan topik yang berbeda sesuai kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

E-KU: Sistem Akuntansi Sederhana Berbasis Spreadsheet
Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dengan program E-KU (Evaluasi Kelayakan Usaha) Terintegrasi, yakni sistem informasi akuntansi dan analisis finansial berbasis spreadsheet (Microsoft Excel).
Aplikasi ini dirancang dengan konsep:
. Antarmuka ramah pengguna (user-friendly)
. Dapat dijalankan pada komputer dengan spesifikasi standar
. Tidak memerlukan instalasi perangkat lunak tambahan
. Sistem sederhana namun mengikuti prinsip akuntansi
Manfaat Utama Aplikasi E-KU
Pelatihan menekankan tiga fungsi utama aplikasi:
1. Perencanaan Terukur
Membantu pelaku usaha menetapkan target penjualan, menghitung HPP, BEP, dan margin sebelum produksi dimulai.
2. Disiplin Pencatatan
Menyediakan buku kas sederhana berbasis standar akuntansi untuk mencatat arus kas masuk dan keluar secara real-time.
3. Evaluasi Modal
Memantau pertumbuhan modal usaha bersih (Net Equity) dengan membandingkan modal awal (setup capital) dan kondisi modal riil setelah operasional berjalan.
Melalui pendekatan ini, pelaku UMKM diharapkan tidak hanya berjualan, tetapi juga mampu membaca kondisi keuangan usahanya secara kuantitatif.
Tim Pelaksana PKM
Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh tim akademisi PDIA FEB UNSOED:
Pembimbing: Prof. Dr. Dewi Susilowati
Ketua Tim: Panata B.H. Sianipar
Anggota: Raden Arief Wibowo
Anggota: Tongam Sinambela
Program ini menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi keuangan dan ketahanan usaha masyarakat desa melalui digitalisasi sederhana yang aplikatif.
Penulis: Ril/Ben | Editor: Par








