TransformasiNews.id | Medan – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, secara resmi melepas keberangkatan Kontingen Sumatera Utara yang akan berlaga pada ajang Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV Tahun 2026 di Papua Barat. Pelepasan kontingen tersebut menjadi momentum penting bagi Sumut untuk kembali menunjukkan prestasi terbaik di tingkat nasional.
Sebanyak 270 orang yang terdiri dari peserta dan pendamping diberangkatkan untuk mengikuti kompetisi yang mempertemukan kontingen dari berbagai provinsi di Indonesia. Para peserta berasal dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, antara lain Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba, dan Kabupaten Nias Utara.
Dalam ajang Pesparawi Nasional XIV, Kontingen Sumatera Utara akan berkompetisi pada 12 kategori perlombaan yang dipertandingkan. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan tradisi prestasi yang selama ini berhasil diraih Sumatera Utara dalam berbagai perhelatan Pesparawi tingkat nasional.
Pada kesempatan tersebut, Bobby Nasution berpesan agar seluruh anggota kontingen menjaga fokus, memperkuat kekompakan tim, serta menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas selama mengikuti kompetisi.
“Saya berpesan kepada seluruh kontingen untuk tetap fokus, menjaga kekompakan, menjunjung tinggi sportivitas, dan memberikan penampilan terbaik agar Sumatera Utara dapat kembali mempertahankan gelar juara pada Pesparawi Nasional tahun ini,” ujar Bobby Nasution, Senin, 15 Juni 2026 di Medan.
Menurutnya, keberhasilan di ajang Pesparawi tidak hanya diukur dari capaian prestasi semata, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, memperkuat nilai-nilai keagamaan, serta membawa nama baik Sumatera Utara di tingkat nasional.
Dukungan pemerintah daerah, pembina, pelatih, dan masyarakat diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi seluruh peserta untuk tampil maksimal. Dengan persiapan yang telah dilakukan, Kontingen Sumatera Utara optimistis mampu bersaing dan kembali mengharumkan nama daerah pada Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Papua Barat.
Keberangkatan kontingen ini sekaligus menjadi simbol komitmen Sumatera Utara dalam mendukung pengembangan seni budaya gerejawi, pembinaan generasi muda, serta penguatan nilai-nilai spiritual melalui ajang nasional yang bergengsi tersebut.








