TransformasiNews.ID | Jakarta — Polemik soal siapa yang paling berjasa mengantarkan Joko Widodo menjadi Presiden RI kembali mencuat di ruang publik. Sejumlah pihak mengklaim memiliki peran kunci, mulai dari mendorong langkah politiknya dari Solo ke Jakarta hingga pencalonannya pada Pemilihan Presiden 2014.

Menanggapi dinamika tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP), Boy Nababan, menegaskan bahwa terpilihnya Jokowi sebagai Presiden ke-7 RI merupakan kehendak Tuhan dan bagian dari takdir sejarah bangsa Indonesia, bukan semata hasil klaim individu atau kelompok tertentu.

“Pak Jokowi itu bukan ketua umum partai politik, bukan berasal dari kalangan elit atau konglomerat. Beliau adalah rakyat biasa yang dipercaya oleh mayoritas masyarakat Indonesia untuk memimpin, mulai dari wali kota, gubernur, hingga presiden,” ujar Boy dalam keterangannya, Senin, 20 April 2026 di Jakarta.

Relawan Jadi Fenomena Politik Baru

Boy menjelaskan, sejak awal 2013, masyarakat mulai melihat sosok Jokowi sebagai harapan baru bagi Indonesia. Gelombang dukungan itu kemudian terorganisir dengan lahirnya BaraJP pada Juni 2013, sebagai gerakan relawan yang mendorong Jokowi maju dalam Pilpres 2014.

Boy Nababan (Saat ini Sekjend Bara JP) ketika Jokowi hendak maju Pilpres 2014.

Menurutnya, kehadiran BaraJP saat itu menjadi fenomena baru dalam peta politik nasional. Gerakan relawan dinilai mampu memberikan pengaruh signifikan, bahkan mengimbangi kekuatan partai politik dalam membentuk opini publik.

Meski demikian, Boy menegaskan bahwa BaraJP tidak pernah mengklaim sebagai pihak yang paling berjasa.

“Kami tidak pernah merasa paling berjasa. Terpilihnya Pak Jokowi adalah kehendak Tuhan dan pilihan rakyat. Suara rakyat adalah suara Tuhan,” tegasnya.

Jokowi Dinilai Lahir dari Kehendak Rakyat

Lebih lanjut, Boy menyebut keberhasilan Jokowi menjadi Presiden tidak lepas dari kepercayaan publik yang luas terhadap kepemimpinan yang sederhana dan dekat dengan rakyat. Bahkan, menurutnya, hingga kini Jokowi tetap menjadi sosok yang dicintai masyarakat.

Jokowi Berkunjung ke Markas Bara JP sebelum Jokowi menjadi Presiden ke-7 RI.

“BaraJP bersyukur bisa ikut menjadi bagian kecil dari perjalanan sejarah lahirnya pemimpin yang dicintai rakyat. Hingga kini, meski tidak lagi menjabat, Pak Jokowi tetap mendapat perhatian dan kunjungan dari masyarakat di berbagai daerah,” ungkapnya.

Imbauan Jaga Persatuan di Tengah Tantangan Global

Di tengah situasi nasional dan dinamika geopolitik global yang dinilai semakin kompleks pada 2026, BaraJP mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terjebak dalam perdebatan yang berpotensi memecah belah persatuan.

Boy menekankan pentingnya dukungan penuh kepada pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan global.

“Kita berharap masyarakat tidak terpancing isu-isu yang merusak persatuan. Pemerintah sedang bekerja keras, dan kita semua perlu bersatu agar Indonesia mampu melewati tantangan global dengan baik,” pungkasnya.

 

 

 

 

 

 

—

Penulis: Rin | Editor: Ben
Foto: Ist

—