TransformasiNews.ID | Simalungun – Mantan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Simalungun, Hery Simon Petrus Sihotang, mendorong kepengurusan baru PSI di Kabupaten Simalungun agar segera bergerak cepat memperkuat konsolidasi organisasi dan merangkul kembali para kader lama yang pernah berjuang membesarkan partai tersebut.

Hery yang juga pernah maju sebagai calon legislatif DPRD Kabupaten Simalungun dari Daerah Pemilihan (Dapil) II itu menyampaikan harapannya kepada pengurus DPD PSI Simalungun yang baru terbentuk agar membuka ruang kebersamaan dengan para kader periode sebelumnya.

Menurutnya, masih banyak kader dan simpatisan yang memiliki kepedulian terhadap semangat perubahan yang selama ini menjadi identitas PSI.

“Masih banyak yang peduli dengan perubahan. Meskipun ada nilai-nilai yang dianggap sebagian pihak telah berubah, masyarakat Simalungun tetap berharap ada perwakilan yang dapat membawa perjuangan ini hingga ke tingkat DPRD Kabupaten, DPRD Sumatera Utara, bahkan sampai DPR RI,” ujarnya, Kamis, 12 Maret 2026.

Ia menilai momentum pembentukan kepengurusan baru harus dimanfaatkan untuk memperkuat basis dukungan di tengah masyarakat, terlebih dengan luasnya wilayah Kabupaten Simalungun yang terdiri dari 33 kecamatan.

Menurut Hery, kerja kolektif dan pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi kunci utama agar PSI dapat kembali memperkuat eksistensinya di daerah tersebut.

“Pemilu 2029 memang masih sekitar tiga tahun lagi, namun proses membangun kekuatan politik harus dimulai dari sekarang dengan mendekatkan diri kepada masyarakat,” katanya.

Selain itu, Hery juga berharap kepengurusan baru PSI Simalungun mampu menghadirkan representasi yang inklusif dengan mengakomodasi keterwakilan perempuan, berbagai agama, serta latar belakang suku yang berbeda dalam struktur partai.

Ia menekankan bahwa PSI sebelumnya dikenal sebagai partai yang menjunjung tinggi nilai anti intoleransi dan anti korupsi, sehingga prinsip tersebut perlu terus dijaga dalam kepengurusan yang baru.

Lebih lanjut, Hery menilai pendidikan politik kepada masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat kualitas demokrasi sekaligus meminimalisir praktik money politics dalam proses politik.

“Pendidikan politik merupakan salah satu senjata untuk meminimalisir, bahkan jika memungkinkan menghapus praktik politik uang dalam tubuh partai,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar proses rekrutmen kader dan pengurus dilakukan secara profesional dengan melibatkan figur-figur yang memiliki kompetensi di berbagai bidang, seperti organisasi, pemerintahan, dunia usaha, hingga hukum.

Menurutnya, pengisian posisi strategis di partai seharusnya tidak lagi didasarkan pada kedekatan personal, faktor finansial, atau hubungan keluarga dengan pihak yang sedang berkuasa.

Di akhir pernyataannya, Hery mengajak seluruh pihak yang memiliki semangat perubahan untuk mendukung PSI Kabupaten Simalungun di bawah kepemimpinan Sahata Silalahi sebagai ketua DPD yang baru.

Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa PSI semakin solid dan kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan di Kabupaten Simalungun.

 

 

 

 

 

 

 

—

Penulis: Hot | Editor: Par
Foto: Rin

—