TransformasiNews.Id | Medan – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara merilis sejumlah indikator strategis daerah dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang disampaikan pada Selasa, 2 Juni 2026.
Rilis yang dipaparkan langsung oleh Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, di Aula BPS Sumut tersebut mencakup perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), Nilai Tukar Petani (NTP), ekspor-impor, pariwisata, hingga sektor transportasi.
Dalam pemaparannya, BPS mencatat perekonomian Sumatera Utara mengalami inflasi tahunan atau year-on-year (y-on-y) sebesar 4,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 113,00. Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan harga sejumlah komoditas dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kota Gunungsitoli menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Sumatera Utara, yakni sebesar 5,35 persen dengan IHK 115,10. Sementara itu, Kabupaten Karo mencatat inflasi terendah sebesar 3,98 persen dengan IHK 112,81.
Di sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Utara pada Mei 2026 tercatat sebesar 159,92. Angka tersebut mengalami penurunan 1,56 persen dibandingkan April 2026. Penurunan NTP dipengaruhi melemahnya beberapa subsektor pertanian yang berdampak pada tingkat kesejahteraan petani selama periode tersebut.
Meski demikian, kinerja perdagangan luar negeri Sumatera Utara menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di Sumatera Utara selama Januari hingga April 2026 mencapai US$4,24 miliar atau meningkat 12,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi dan perdagangan internasional daerah.
Pada sektor pariwisata, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Utara melalui tiga pintu masuk utama pada April 2026 tercatat sebanyak 24.815 kunjungan. Jumlah tersebut meningkat 0,87 persen dibandingkan Maret 2026, menunjukkan tren positif pemulihan dan pertumbuhan sektor wisata di provinsi ini.
Sementara itu, sektor transportasi udara mencatat dinamika berbeda. Jumlah penumpang domestik yang datang melalui Bandara Internasional Kualanamu pada April 2026 sebanyak 160.577 orang. Angka tersebut mengalami penurunan 30,07 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, menegaskan bahwa data statistik yang dirilis secara berkala menjadi instrumen penting dalam mendukung perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan berbasis data. Berbagai indikator tersebut juga menjadi gambaran kondisi ekonomi, sosial, dan mobilitas masyarakat di Sumatera Utara.
Melalui publikasi Berita Resmi Statistik, BPS terus mendorong peningkatan literasi data dan kesadaran statistik di tengah masyarakat guna mendukung pembangunan yang lebih terukur dan berkelanjutan.
—
Penulis: Jen | Editor: Ben
Foto: Ist
—








