TransformasiNews.ID, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka memperingati satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Oktober 2025. Sidang tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus refleksi atas berbagai capaian strategis pemerintahan selama satu tahun terakhir.

Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia berhasil menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global. Menurut Presiden, kekuatan fundamental ekonomi nasional tetap terjaga berkat kerja sama seluruh komponen kabinet dan dukungan masyarakat.

“Kita patut bersyukur, Indonesia mampu menjaga stabilitas ekonomi yang kuat di tengah dinamika global. Defisit APBN berhasil kita kendalikan di bawah 3 persen dari PDB, dan inflasi berada di kisaran 2 persen — salah satu yang terendah di antara negara-negara G20,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden juga menyoroti sejumlah capaian strategis pemerintahan dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pemberantasan korupsi. Di sektor ekonomi, pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, mendorong hilirisasi industri, serta memperluas lapangan kerja produktif di berbagai daerah.

Di bidang pendidikan, pemerintah menekankan peningkatan kualitas guru dan akses pendidikan vokasi, sementara di sektor kesehatan, program peningkatan layanan primer dan digitalisasi sistem kesehatan nasional terus dikembangkan.

Selain itu, Presiden juga menegaskan komitmen pemerintahan Kabinet Merah Putih terhadap transparansi dan akuntabilitas publik, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi di semua lini pemerintahan.

“Kerja keras selama satu tahun terakhir telah membuahkan hasil yang nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Namun, kita tidak boleh berpuas diri. Tahun-tahun ke depan harus kita isi dengan kerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih berdampak,” tegas Presiden Prabowo.

Sidang kabinet tersebut turut dihadiri Wakil Presiden, para menteri Kabinet Merah Putih, serta sejumlah pejabat tinggi negara. Agenda ini sekaligus menjadi simbol konsolidasi pemerintah dalam melanjutkan arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

 

 

Reporter: Putri
Editor: Par